Home » » PENGEMBANGAN KURIKULUM (Catatan Kuliah)

PENGEMBANGAN KURIKULUM (Catatan Kuliah)

Publish Oleh: Muntadhar Aneuk Lueng Daneun

A.  Kurikulum sebagai suatu Sistem
Kurikulum dipandang sebagai suatu sistem, maka komponen-komponen yang ada di dalamnya seperti tujuan, materi, metode dan evaluasi semuanya adalah sub sistemnya. Komponen-komponen tersebut saling berkaitan dan menunjang antar suatu dengan yang lain untuk mencapai tujuan dari kurikulum. Dengan demikian, kurikulum disebut sebagai sistem dan sekaligus sebagai sub sistem dari pendidikan yang mempunyai peran untuk mencapai tujuan dari pendidikan itu sendiri.



B.  Komponen Kurikulum
     Kurikulum memiliki empat komponen utama, yaitu:
  •  Tujuan; Pengembangan kurikulum mata pelajaran diarahkan untuk mencapai tujuan tertentu yang bertitik tolak dari tujuan pendidikan dan tujuan kurikulum.
  • Matei Pembelajaran; Pendidik memiliki wewenang penuh untuk menentukan materi pembelajaran, sebagaimana yang telah diterapkan dalam Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan. Dalam prakteknya, untuk menenrukan materi pembelajaran perlu memperhatikan hal-hal berikut:
    a). Sahih (Valid); dalam arti materi yang dituangkan dalam pembelajaran benar-benar telah teruji kebenaran dan kesahihannya. b). Tingkat kepentingan; materi yang dipilih benar-benar diperlukan peserta didik. c). Kebermaknaan; materi yang dipilih dapat memberikan manfaat akademis maupun non akademis. d). Layak dipelajari; materi memungkinkan untuk dipelajari, baik dari aspek tingkat kesulitannya maupun aspek kelayakannya terhadap pemanfaatan materi dan kondisi setempat. e). Menarik minat; materi yang dipilih hendaknya menarik minat dan dapat memotivasi peserta didik untuk mempelajari lebih lanjut.

  • Strategi Pembelajaran; peserta didik secara aktif menentukan materi dan tujuan belajarnya sesuai dengan minat dan kebutuhannya, sekaligus menentukan bagaimana cara-cara yang paling sesuai untuk memperoleh materi dan mencapai tujuan belajarnya. 
  • Evaluasi Kurikulum; dimaksudkan untuk memeriksa kinerja kurikulum secara keseluruhan ditinjau dari berbagai kriteria. Indikator kinerja yang dievaluasi tidak hanya terbatas pada efektivitas saja, namun juga relevansi, efisiensi dan kelayakan program.

    
C.  Mengidentifikasi Pendekatan Pengembangan Kurikulum
            Ada beberap pendekatan yang dapat diguanakan dalam pengembangan kurikulum, antara lain berikut ini:
  1. Pendekatan Kompetensi; Pendekatan yang menitikberatkan pada semua ranah baik kognitif, afektif dan psikomotor.
  2. Pendekatan Sistem; Pendekatan yang dilakukan dengan merumuskan masalah, mengidentifikasi strateri pemecahan masalah dan evaluasi.
  3. Pendekatan Klarifikasi Nilai; menekankan agar peserta didik dapat mengemukakan pendapatnya sendiri tentang isu-isu yang merupakan koflik nilai di samping ada pendapat dari guru.
  4. Pendekatan Komprehensif; pendekatan ini melihat, memperhatikan dan menganalisis kurikulum secara keseluruhan.
  5. Pendekatan yang berpusat pada Masalah; pendekatan ini dilakukan dengan cara mengidentifikasi berbagai masalah kurikulum secara khusus. Para guru diminta berbagi informasi tentang masalah-masalah, keinginan atau harapan dan kesulitan-kesulitan yang mereka hadapi dalam mata pelajaran.
  6. Pendekatan Terpadu; suatu pendekatan yang memadukan keseluruhan bagian dan indikator-indikatornya dalam suatu bingkai kurikulum untuk mencapai tujuan tertentu.

D.  Sirkulasi Perubahan Kurikulum
            Sampai saat sekarang ini, pemerintah telah menerapkan enam bentuk kurikulum, yaitu:
1.      Kurikulum 1968
Kurikulum 1968 menekankan pendekatan organisasi materi pelajaran: kelompok pembinaan pancasila, pengetahuan dasar dan kecakapan khusus.
2.      Kurikulum 1975
Kurikulum 1975 menekankan pada tujuan, agar pendiidkan lebih efisien dan efektif. Metode, materi dan tujuan pengajaran dirinci dalam Prosedur Pengembangan Sistem Instruksional (PPSI)
3.      Kurikulum 1984
Kurikulum 1984 mengusung process skill approach, dengan mengutamakan pendekatan proses. Model ini biasa disebut Cara Belajar Siswa Aktif (CBSA).
4.      Kurikulum 1994
Kurikulum 1994 merupkan kombinasi antara Kurikulum 1975 dan Kuriklum 1984 yang menekankan pada tujuan dan proses.
5.      Kurikulum 2004
Kurikulum 2004 atau lebih dikenal dengan Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK). Setiap pelajaran diurai berdasar kompetensi yang mesti dicapai siswa.
6.      Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) 2006
KTSP merupakan kurikulum yang melihat dari segi isi dan proses pencapaian target kompetensi pelajaran oleh siswa hingga teknis evaluasi tidak banyak perbedaan dengan kurikulum 2004. Perbedaan yang paling menonjol adalah guru lebih diberikan kebebasan untuk merencanakan pembelajaran sesuai dengan lingkungan dan kondisi siswa serta kondisi sekolah berada.

E.   Peranan Sistem dalam Pengembangan Kurikulum


            Salah satu model pengembangan kurikulum adalah The systematic action-research model. Model kurikulum ini didasarkan pada asumsi bahwa perkembagan kurikulum merupakan perubahan sosial. Ha ini mencakup suatu proses yang melibatkan kepribadian orang tua, siswa, guru, struktur sistem sekolah, pola hubunga pribadi dan kelompok dari sekolah dan masyarakat. Sesuai dengan asumsi tersebut, model ini menekankan pada tiga hal yaitu; hubungan insani, sekolah dan organisasi masyarakat, serta wibawa dari guru profesional.

Wassalam