Home » » Pendidikan Keagamaan

Pendidikan Keagamaan

Publish Oleh: Muntadhar Aneuk Lueng Daneun

PENDIDIKAN KEAGAMAAN [RESUME MATA KULIAH]

A. Pengertian Pendidikan Keagamaan

PP No. 55 Tahun 2007, pendidikan keagamaan adalah pendidikan yang mempersiapkan peserta didik untuk dapat menjalankan peranan yang menuntut penguasaan pengetahuan tentang ajaran keagamaan dan/ atau menjadi ahli ilmu keagamaan dan mengamalkan ajaran keagamaannya.

B. Fungsi Pendidikan Keagamaan dan Sistem Pendidikan Nasional
Adapun fungsi pendidikan keagamaan dalam sistem pendidikan nasional adalah:

1.  Pendidikan keagamaan sebagai salah satu pendidikan budaya
Dalam sejarah Indonesia pendidikan keagamaan telah berhasil survive di dalam berbagai situasi dan kondisi bangsa menyandang berbagai jenis nilai luhur seperti; Nilai historis; Nilai religious dan Nilai moral.
2.  Pengimbang pendidikan sekuler; pendidikan keagamaan telah menyumbangkan hal-hal sebagai pengimbang dari pendidikan yang tidak berdasarkan agama dan keagamaan.


3. Pendidikan keagamaan menyajikan pendidikan alternatif; mengandung nilai-nilai luhur sebagai nilai demokratis dan kemandirian.

C. Tugas Pokok Pendidikan Keagamaan
Tugas pokok pendidikan keagamaan adalah untuk melakukan pembaharuan dan penyegaran dari “dalam” intern masing-masing kelompok pemeluk agama-agama itu sendiri.

D. Faktor yang Mempengaruhi Kebijakan Pendidikan Keagamaan di Indonesia
Adapun yang mempengaruhi Kebijakan Pendidikan Keagamaan di Indonesia, yakni:
1. Faktor Agama
2. Faktor Ideologi Negara
3. Faktor Perkembangan Masyarakat
4. Faktor Perkembangan Ilmu Pengetahuan

E. Analisa Problematikan Pendidikan Keagamaan di Indonesia
Ada beberapa persoalan yang dianggap menjadi permasalahan pendidikan keagamaan di Indonesia, di antaranya:
1. Sentralisasi manajemen pendidikan
Pendidikan keagamaan sejak lahirnya tumbuh dari bawah maka sudah sepatutnya setiap lembaga-lembaga pendidikan keagamaan diberikan hak otonom dan sinergis untuk mengembangkan dan mengarahkan keputusannya. 

2. Lemahnya kinerja dan rendahnya motivasi akademisi SDM
Lembaga-lembaga pendidikan keagamaan masih sulit dijadikanmodel lembaga pendidikan yang paripurna dan berlaku umum di Indonesia, disebabkan lemahnya kinerja yang ditunjukkan serta rendahnya motivasi untuk menjadikan lembaga pendidikan keagamaan ini sebagi pengembangan para intelektual yang agamis dan para ulama yang intelektual. Gejala rendahnya budaya membaca, belajar dan bekerja keras menunjukkan bahwa pemahaman umat tentang nilai-nilai agama belum merata dan menjadi hambatan untuk maju berprestasi.

3. Perkembangan lembaga pendidikan keagamaan kurang terpantau dan diverifikasi
PP No. 55/2007 telah memberikan ruang dan kesempatan bagi masyarakat untuk menyelenggarakan pendidikan keagamaan secara leluasa, namun demikian masih terdapat beberapa permasalahan di antaranya; pertama, tidak adanya nomenklatur yang secara khusus membina pendidikan keagamaan masing-masing keagamaan tersebut; kedua, bentuk-bentuk pendidikan keagamaan masing-masing keagamaan yang disebutkan dalam PP belum terpetakan baik dalam hal kelembagaan maupun dalam penyelenggaraan.