Home » » Pengembangan Materi Ajar Pendidikan Islam Dan Sumber Kurikulum Pendidikan Islam

Pengembangan Materi Ajar Pendidikan Islam Dan Sumber Kurikulum Pendidikan Islam

Publish Oleh: Muntadhar Aneuk Lueng Daneun


A.  Pengembangan Materi Ajar Pendidikan Islam

Materi ajar pendidikan Islam yaitu bahan-bahan atau pengalaman-pengalaman belajar ilmu agama Islam yang disusun sedemikian rupa untuk disajikan atau disampaikan kepada anak didik. Materi pendidikan Islam terdiri dari Al-Qur’an, Aqidah, Akhlak dan Fiqh dan materi-materi yang diajarkan berdiri sendiri dan belum tersusun dalam the body of knowledge.

Ada beberapa pendpat ulama tentang materi yang harus diberikan terhadap anak didik:
  1. Menurut Umar bin Khattab, seorang anak hendaknya diajarkan berenang, berkuda, pepatah yang berlaku dalam sajak terbaik. Semua in diajarkan setelah anak mengetahui prinsip-prinsip agama Islam, menghafal Al-Qur’an dan mempelajari Al-Hadits.
  2. Ibnu Sina mengemukakan, bahwa mendidik anak hendaknya dengan mempelajari Al-Qur’an. Kemudian diajarkan syair-syair pendek yang berisi tentang kesopanan setelah anak selesai menghafal Al-Qur’an dan mengerti tata bahasa Arab di samping diberi petunjuk dan bimbingan agar mereka dapat mengamalkan ilmua sesuai dengan bakat dan kesediaannya.
  3. Ibnu Thawam berpendapat, setelah anak hafal Al-Qur’an hendaknya anak tersebut diajarkan menulis, berhitung dan berenang.
  4. Al-Ghazaly mengemukakan, bahwa sebaiknya anak-anak diajarkan Al-Qur’an, sejarah kehidupan orang-orang besar dan hukum-hukum agama.
  5. Al-Jahiz mengatakan, bahwa sebaiknya anak-anak kecil tidak disibukkan dengan ilmu nahwu semata, cukup mereka dpat membaca, meulis dan berbicara dengan benar. Anak-anak seharusnya diberikan pelajaran berhitung, karang-mengarang serta keterampilan membaca buah fikiran dari bacaannya.

Pendapat para ulama di atas dapat dipahami bahwa materi pendidikan Islam yang paling utama adalah Al-Qur’an, baik keterampilan membaca, menghafal, menganalisa sekaligus mengamalkan ajaran-ajarannya dalam kehidupan sehari-hari. Namun tidak terlepas pula keterampilan-keterampilan yang lain seperti berkuda, berenang, menghitung, sastra sajak yang berguna untuk proses interaksi sesama manusia.

Dalam pengembangan materi ajar ditawarkan tiga model pembelajaran terpadu, yaitu:
  • Model connected (model keterhubungan) adalah model pembelajaran terpadu yang secara sengaja diusahakan untuk menghubungkan satu kosep dengan konsep lain, satu topik dengan topik lain.
  • Model spider web (model jaringan laba-laba), pembelajaran dengan menggunakan pendekatan tematik.
  • Model integrated (model keterpaduan), dengan menggunakan pendekatan antar bidang studi dengan menetapkan prioritas kurikuler dan menemukan keterampilan, konsep dan sikap yang saling tupang tindih dalam beberapa bidang studi.

B.  Sumber Kurikulum Pendidikan Islam

Kurikulum yang baik dan relevan dalam rangka mencapai tujuan pendidikan Islam adalah yang bersifat intrated dan komprehensif, mencakup ilmu agama dan umum, serta menjadikan Al-Qur’an dan Hadits sebagai sumber utama pendidikan Islam.

Dalam Al-Qur’an dan Hadits, ditemukan kerangka dasar yang dapat dijadikan sebagai pedoman operasional dalam penyusunan dan pengembangan kurikulum pendidikan Islam, yaitu:
  1. Tauhid; Tauhid merupakan prinsip utama dalam seluruh dimensi kehidupan manusia baik hubungan vertikal dengan Allah maupun hubungan horizontal dengan manusia dan alam.
  2. Perintah Membaca; Sebagaimana terdapat pada surat Al-‘Alaq. Membaca selain melibatkan proses mental yang tinggi, juga pengenalan, ingatan, pengamatan, pengucapan, pemikiran dan daya cipta.

Terima Kasih.