Home » » PENDIDIKAN ISLAM DAN TENAGA KERJA

PENDIDIKAN ISLAM DAN TENAGA KERJA

Publish Oleh: Muntadhar Aneuk Lueng Daneun


PENDIDIKAN ISLAM DAN TENAGA KERJA
(Angkatan Kerja, Sistem Pengajian dan Insentif serta Pengembangan Karier Tenaga Kependidikan)

sebagai ilustrasi
A.  Angktan Kerja
     Angkatan kerja adalah penduduk yang sudah memasuki usia kerja, baik yang sudah bekerja maupun belum atau sedang mencari pekerjaan. Menurut ketentuan pemerintah Indonesia, penduduk yang sudah memasuhi usia kerja adalah berusia minimal 15 tahun sampai 65 tahun, walau demikian penduduk yang tidak aktif dalam kegiatan ekonomi tidak termasuk dalam kelompok angkatan kerja misalnya ibu rumah tangga, pelajar, mahasiswa dan sebagainya.

B.  Sistem Penggajian dan Insentif
      Sistem Penggajian
            Kata gaji dan upah sesungguhnya berbeda, tatapi bai seorang pegawai mempunyai arti yang sama karena kedua kata itu menunjukkan arti yang sama, yaitu imbalan atau hasil pekerjaan yang telah dilakukan orang lain.
      Adapun bentuk dan komponen upah dan gaji dalam sistem penggajian adalah sebagai berikut:
1.      Upah atau gaji dalam bentuk uang; terdiri dari beberapa komponen yaitu upah pokok, tunjangan keluarga, tunjangan anak, uang makan, uang transport, uang servis, tunjangan kerajinan, tunjangan pisah keluarga, tunjangan bahaya, tunjangan jabatan dan tunjangan variabel.
2.      Upah atau gaji dalam bentuk barang; hal ini banyak dijumpai di daerah pedesaan terutama pada musim panen.
3.      Upah dalam bentuk uang dan barang; seperti banyak terdapat di perusahaan-perusahaan perkebunan. Adapun komponen upah dalam bentuk barang antara lain beras, garam, gula, tekstil, ikan asin dan lain sebagainya karena barang-barang itu tidak dapat dibeli di daerah perkebunan.
4.      Upah dalam bentuk kesempatan untuk menikmati suatu faktor produksi; upah ini banyak dijumpai di daerah pedesaan, misalnya pamong desa mendapat upah berupa tanah garapan.

Sistem Pengupahan
Sedangkan sistem pengupahan atau penggajian dapat diklasifikasikan dalam empat golongan, yaitu:
1.      Sistem pengupahan menurut waktu; misalnya per jam, per hari, per bulan atau per tahun
2.      sistem pengupahan menurut hasil kerja; dengan sistem ini pekerja dibayar untuk jumlah unit pekerjaan yang telah diselesaikan tanpa menghiraukan jumlah waktu yang dipergunakan, setiap gangguan waktu yang dilakukan akan mengurangi hasil pekerjaannya.
3.      Sistem pengupahan menurut standar waktu; dengan sistem ini, upah dibayarkan berdasarkan waktu yang telah distandarisasi guna menyelesaikan suatu pekerjaan.
4.      Sistem pengupahan menurut kerja sama pekerja dan pengusaha; sistem ini meliputi pembagian keuntungan yang pembayarannya dilakukan kemudian. Pembayaran upah dengan sistem ini disebut tunjangan atau fringe benefits atau pembayaran tidak langsung. Dengan sistem ini, pekerja diberi penghargaan atas kerja samanya dengan perusahaan, tidak semata-mata mendapat gaji karena hasil kerja yang telah diberikannya.
      Insentif
            Insentif merupakan penghargaan dalam bentuk uang yang diberikan suatu organisasi atau perusahaan kepada karyawannya atas dasar prestasi kerja yang tinggi atau pada karyawan yang bekerja malampaui standar yang ditentukan.
            Adapun tujuan pemberian insentif adalah:
1.      Untuk memberikan penghargaan kepada karyawan yang telah berprestasi
2.      Untuk memerikan tanggung jawab dan dorongan kepada karyawan
3.      Untuk menjamin bahwa karyawan akan mengerahkan usahanya untuk mencapai tujuan organisasi atau perusahaan
4.      Untuk mengukur usaha karyawan melalui kinerjanya
5.      Untuk meningkatkan produktivitas kerja individu maupun kelompok

C.  Pengembangan Karir Tenaga Kependidikan
            Pengembangan karir dimulai dari diri sendiri, setiap orang harus menerima tanggung jawab pegembangan kariernya sendiri. Karir menunjukkan pengertian yang sama dengan kemajuan dalam kehidupan atau kemajuan dan pengembangan dalam pekerjaan atau jabatan melalui kerja keras dan memiliki disiplin yang tinggi. Pengembangan karir ini didorong oleh adanya keinginan yang kuat untuk dapat menempati kedudukan yang lebih tinggi dalam suatu organisasi yang didukung dengan kemampuan individu dan tingkat emosional yang dimilikinya.
            Tenaga kependidikan adalah tenaga administrasi yang menangani pembimbing pendidikan, perencana, peneliti dan pengembangan sistem pendidikan yang bekerja dalam lingkungan sekolah maupun lingkungan masyarakat. Tenaga kependidikan harus berusaha mengembangkan karirnya yang merupakan usaha mendayagunakan, memajukan dan meningkatkan produktivitas kerja. Prestasi kerja sangat berkaitan dengan kemajuan karir. Tenaga kependidikan harus dapat melaksanakan tugasnya dengan baik dan penuh tanggung jawab. Pengembangan karir tenaga keendidikan dapat dilakukan dengan mengikuti penataran, seminar, workshop, diskusi, rapat-rapat ataupun melanjutkan pendidikan.