Home » » Model Kurikulum

Model Kurikulum

Publish Oleh: Muntadhar Aneuk Lueng Daneun


MODEL KURIKULUM PENDIDIKAN ISLAM MASA KLASIK,
MODEL KURIKULUM PENDIDIKAN ISLAM MODERN,
MODEL KURIKULUM PENDIDIKAN ISLAM IDEAL

A.  Model Kurikulum Pendidikan Islam Masa Klasik
            Pada masa Nabi saw., secara keseluruhan kurikulum mencakup pembinaan aspek jasmani, akal dan rohani. Selama Nabi saw. menetap di Mekkah, pengajaran yang disampaikan adalah Al-Qur’an yang mencakup iman kepada Allah, shalat dan akhlak. Sedangkan saat Nabi di Madinah, kurikulum pendidikan terdiri dari: membaca Al-Qur’an, keimanan, ibadah, akhlak, dasar ekonomi, dasar politik, olah raga dan kesehatan, membaca serta menulis.
            Pada masa Khulafa Ar-Rrasyidin dan masa Bani Umaiyah, kurikulum pendidikan Islam telah bertambah, yakni; Di Kuttab, diberikan pelajaran membaca Al-Qur’an dan menghafalkannya, menulis, ibadah dan akhlak; Di sekolah tingkat menengah dan tinggi, pengajaran mencakup Al-Qur’an dan tafsirnya, Hadits dan pengumpulannya dan Fiqh.
Peradaban Islam mengalami puncak keemasan pada pemerintahan Al-Ma’mun, yaitu ketika orang-orang Islam menerjemahkan buku-buku Yunani, Persia, India ke dalam bahasa mereka.

1.      Kurikulum Pendidikan Islam sebelum berdirinya Madrasah terdiri dari:
a. Kurikulum Pendidikan Rendah; meliputi (a) Membaca Al-Qur’an dan menghafalnya (b)Pokok-pokok agama Islam (c) Menulis (d) Kisah orang-orang besar (e) Membaca dan menghafal syair-syair (f) Berhitung (g) Pokok-pokok nahwu dan sharaf.
b. Kurikulum Pendidikan Menengah; meliputi (a) Al-Qur’an (b) Bahasa Arab dan kesusasteraan (c) Fiqh (d) Tafsir (e) Hadits (f)Nahwu/ sharf/ balaghoh (g) ilmu-ilmu kealaman (h) kedokteran (i) musik
c.   Kurikulum Lembaga Pendidikan Tinggi;  terdiri dari dua fakultas (a) Fakultas ilmu-ilmu agama dan bahasa Arab (b) Fakultas ilmu-ilmu hikmah (filsafat)

2.   Kurikulum Pendidikan Islam setelah Berdirinya Madrasah
a.  Ilmu-ilmu agama, seperti ilmu Al-Qur’an, hadits, tafsir, ushul fiqh, ulmu kalam dan disiplin-disiplin lain yang tergolong dalam kelompok ilmu ini.
b.  Ilmu-ilmu sastra yang dibutuhkan untuk mendukung kajian ilmu-ilmu agama juga diajarkan di Madrasah tetapi bukan menjadi bagian utama dari kurikulum.

B.  Model Kurikulum Pendidikan Islam Modern
            Adapun ciri-ciri umum kurikulum pendidikan Islam adalah:
1.      Agama dan akhlak menjadi tujuan utama
2.    Mempertahankan pengembangan dan bimbingan terhadap semua aspek pribadi anak didik dari segi intelektual, psikologi, sosial dan ptritual
3.      Adanya keseimbangan antara kandungan kurikulum dan pengalama serta kegiatan pengajaran

Salah satu pengembangan model kurikulum di Madrasah lebih berorientasi pada kurikulum interasi yang dirancang agar prosespendidikanbenar-benar memenuhi maksud yang dikehendaki, yang meniadakan batas-batas antar mata pelajaran dan menyajikan bahan pelajaran dalam bentuk unit atau keseluruhan. Dengan demikian, diharapkan mampu membentuk kepribadian peserta didik yang integral, selaras dengan kehidupan sekitarnya.

C.  Model Kurikulum Pendidikan Islam Ideal
            Jika dilihat dari karakteristiknya, maka kurikulum pendidikan Islam ideal adalah:
1.      Lebih menonjolkan mata pelajaran agama dan akhlak
2.      Memperhatikan pengembangan seluruh aspek akal, jasmani dan rohani
3.      Memperhatikan keseimbangan antara individu dan masyarakat, dunia dan akhirat
4.      Memuat metode yang elastis
5.      Memuat unsur-unsur yang sesuai dengan berbagai tingkatan usia anak serta perilaku Islami

Selain itu, Konferensi Pendidikan Islam Internasional telah berhasil menyusun kurikulum berdasarkan jenjang-jenjang pendidikan sebagai berikut:
1.    Tingkat Rendah; meliputi (a) Kajian tentang Al-Qur’an (b) kajian tentang Tauhid dan Fiqh (c) Cerita-cerita dan syair-syair yang dikhususkan untuk membentuk akhlak mulia (d) Geografi (e) Matematika (f) Bahasa Arab (g) Ilmu tentang alam sekitar dan dasar-dasar ilmu pengetahuan.
2.      Tingkat Menengah; meliputi (a) Kajian tentang Al-Qur’an (b) Hadits (c) Sejarah Islam (d) Bahasa Arab (e) Matematika (f) Ilmu-ilmu tentang alam sekitar (g) Geografi (h) Sejarah dan Kewarganegaraan.
3.      Tingkat Perguruan Tinggi; Kurikulum pada jenjang ini harus diletakkan atas dasar tingkat sebelumnya dengan tiga tujuan (a) Untuk menanamkan pengertian yang mendalam tentang Islam dan masyarakat Islam (b) Untuk menanamkan pengetahuan serta keahlian dalam suatu bidang ilmu pengetahuan keagamaan dan pengetahuan umum (c) Untuk menjamin perkembangan yang seimbang dalam pribadi mahasiswa melalui mata pelajaran yang bermacam-macam.