Home » » Seputar Manajemen Pendidikan

Seputar Manajemen Pendidikan

Publish Oleh: Muntadhar Aneuk Lueng Daneun


1. Manajemen merupakan proses yang khas terdiri dari tindakan-tindakan perencanaan, pengorganisasian, menggerakkan dan pengawasan yang dilaksanakan untuk mendeterminasi serta mencapai sasaran-sasaran yang ditetapkan melalui pemanfaatan sumber daya manusia dan sumber daya lainnya. (Syafaruddin, 2005: 118)
Komentar:
Dalam proses manajemen diperlukan tahapan-tahapan tertentu dalam mencapai suatu tujuan, proses ini harus dilalui dari perencanaan, mengorganisir, sampai pada tahap pengawasan yang ketat. Intinya harus adanya ikatan satu sama lain diantara fungsi-fungsi manajemen dalam menerapkannya didunia kerja (lembaga).

2.      Karakteristik manajemen pendidikan Islam bersifat holistik. (Mujamil Qomar,2008: 12)
Komentar:
Strategi dalam pengelolaan pendidikan Islam itu harus dilakukan dengan memadukan berbagai sumber belajar dan mempertimbangkan keterlibatan budaya dan adat istiadat manusianya, baik budaya yang bersifat politis, ekonomis, intelektual, maupun teologis.

3.      Kelompok kepentingan hadir dalam percaturan pembuatan kebijaksanaan untuk memperjuangkan kepentingannya dalam kebijaksanaan dalam skala sempit dan spesifik. (Sufyarman, 2003: 75)
Komentar:
Pimpinan (manajer) tidak bisa bersifat lugas, mandiri dan profesional dalam menentukan tindakan dan atau dalam mengambil keputusan seringkali dibayang-bayangi oleh intervensi kepentingan kelompoknya/kroninya. Hal-hal seperti ini dapat ditemukan disaat pimpinan mengambil keputusan baik atas kesadaran sendiri maupun tekanan dari orang-orang di sekelilingnya yang seideologi, sealiran maupun sekelompok.

4.      Perencanan menentukan apa yang harus dicapai, dan hal apa harus dicapai, dimana hal itu dicapai, bagaimana dan mengapa yang harus dicapai, siapa yang bertanggung jawab. (M. Manullang, 1992: 48)
Komentar:
Dalam melaksanakan perencanaan khususnya perencanaan pendidikan, harus memperhatikan konsep dasar dalam membuatnya terutama menyangkut 5 W + 1 H. Karena dalam membuat perencanaan tentu kita punya tujuan akhir dengan mengkaji segala aspek yang berkenaan dengan planning kita masing-masing.

5.      Perencanaan adalah suatu keaktifan pemimpin untuk meramalkan keadaan yang akan datan dalam mencapai harapan, kondisi dan hasil yang akan datang.(Piet A. Sahertian, 1985: 301)
Komentar:
Dalam suatu manajenem hal yang tidak bisa kita dipungkiri adalah dalam membuat perencanaan sangat membutuhkan data dan informasi agar keputusan yang diambil tidak lepas kaitannya dengan masalah yang dihadapi pada masa yang akan datang.

6.      Setiap orang adalah pemimpin dan setiap pemimpin akan dimintai pertanggungjawaban berkaitan dengan kepemimpinannya. (Muhammad Syafi`i Antonio, 2007: 15)
Komentar:
Tidak sedikit konsep tentang kepemimpinan sehingga banyak makna yang tersirat dalam kepemimpinan. Setiap manusia adalah khalifah di muka bumi. Menurut konsep ini, maka tanpa jabatan pun seseorang dapat dikatakan pemimpin, minimal memimpin diri sendiri. Selain itu ada satu karakter yang melekat pada seorang pemimpin yaitu tanggung jawab, seseorang yang mungkin tidak mempunyai jabatan sebagai pemimpin tetapi ia mempunyai rasa tanggung jawab ia dikatakan sudah mempunyai karakter seorang pemimpin dan tanggung jawab ini yang akan dituntut dari seorang pemimpin.

7.      Manajemen Sumber Daya Manusia adalah kebijakan dan cara-cara yang dipraktekan dan berhubungan dengan pemberdayaan manusia atau aspek-aspek SDM dari sebuah posisi manajemen termasuk perekrutan, seleksi, pelatihan, penghargaan dan penilaian. (Dessler, 1989: 2)
Komentar:
Ilmu yang mempelajari hubungan antar sesama manusia dalam masalah pemberdayaan dan peningkatan kemampuan tenaga kerja (pendidik/Tata Usaha) melalui prosedur-prosedur yang berlaku menurut hukum manajemen.

8.      Motivasi merupakan hal yang sederhana karena orang-orang pada dasarnya termotivasi atau terdorong untuk berperilaku dalam cara tertentu yang dirasakan mengarah kepada perolehan ganjaran. (Dessler, 1989: 328)
Komentar:
Motivasi itu berupa dorongan, keinginan, kebutuhan yang dapat meningkatkan gairah dan semangat kerja seseorang baik itu langsung maupun tidak langsung, berupa materi maupun non materi yang merangsangnya untuk melakukan suatu tindakan untuk mencapai tujuan.

9.      Manajer sumberdaya manusia harus memastikan bahwa pegawai memiliki kemampuan kerja untuk mengerjakan pekerjaan. (Dessler, 1989: 20)
Komentar:
Manajer harus mengetahui pekerjaan yang dikerjakan pegawai akan memperoleh imbalan. Oleh karena itu, untuk memperoleh pegawai yang memiliki kemampuan kerja maka manajer sumberdaya manusia harus mengerjakan konsep-konsep dan teknik-teknik analisis jabatan, perencanaan pegawai, perekrutan pegawai, seleksi pegawai, orientasipegawai, pelatihan pegawai.

10.  Kepemimpinan adalah suatu proses mempengaruhi. (Managing The non-Profit Organization, 1985 : 185)
Komentar:
Seorang pemimpin harus tampil berurusan dengan orang lain. Ia mesti memiliki kemampuan memotivasi bawahan dan orang sekitarnya dan mengetahui bagaimana menggerakkan orang; memperkuat keyakinan dari bawahan atau pengikutnya.Jika sorang pemimpin berminat mengembangkan kemampuan anggotanya dan membangun suatu iklim kerja yang mampu membangkitkan semangat anggotanta mencapai tingkat produktivitas yang tinggi dalam jangka pendek atau panjang, seorang pemimpin harus meninjau termasuk gaya kepemimpinan apa yang ia miliki. Jika Ia mampu mempengauhi lingkungannya untuk mencapai segala cita, maka dapat dikatakan ia seorang pemimpin.

11.  Kepemimpinan suka rela (voluntary) adalah kepemimpinan bersifat bukan paksaan. Pemimpin anggota mnegadakan perubahan-perubahan dengan sukarela. (Sundong P. Siagian, 1997: 201)
Komentar:
Kepemmpinan tidak akan terjadi tanpa persetujuan pengikutnya. Paksaan fisik atau tekanan ekonom dapat dilakukan unutk mendapat kekuasaan. Terkadang kekuasaan karena kegagalan/kelalaian sebab masyarakat membiarkan orang lain mempengaruhi mereka. Akan tetapi hal ini membuat perubahan sangat minim, terutama bila masyarakat pasif.

12.  Besar tidaknya seorang pemimpin mempunyai pengaruh dan kekuasaan yang berbeda dari waktu ke waktu, isu persoalan satu ke yang lain dan orang perorang. (Sundong P. Siagian, 1997: 22)
Komentar:
Kata-kata seorang pemimpin dapat menjadi hukum bagi orang lain, bisa pula orang lain mengabaikannya, meski orang tersebut berada pada kelompok yang sama. Pengaruh seorang pemimpin bersifat situasional, dapat berubah dengan cepat.

13.  Leadership is defined as the purposeful behavior of influencing others to contribute to a commonly agreed goal for the benefit of individual as well as the organization or common good. (JC. Sarros dan O. Butchatsky, 1996: 236)
Komentar:
Kepemimpinan dapat didefenisikan sebagai suatu perilaku dengan tujuan tertentu untuk mempengaruhi aktivitas para anggota kelompok untuk mencapai tujuan bersama yang dirancang untuk memberikan manfaat individu dan organisasi.Dari defenisi ini dapat ditangkap bahwa kepemimpinan memiliki beberapa implikasi yaitu: kepemimpinan akan melibatkan orang atau pihak lain, yaitu para bawahan. Para bawahan harus memiliki kemauan untuk menerima arahan dari pemimpin. Walaupun demikian, tanpa karyawan proses kepemimpinan tidak akan terjadi.

14.  Tenaga akademik dan staf administratif bekerja bukan karena diancam, diawasi, atau diperintah oleh pimpinan dan atasannya. (Sudarwan Danim, 2006:54)
Komentar:
Setiap manusia berkerja dengan ikhlas dan tanpa paksaan dengan mengharap ridha Allah Ta’ala. Bekerja atau melakukan sesuatu bukan karena takut pada atas atau bukan karena ingin memperlihatkan pada orang bahwa kita rajin. Semua itu pengaruh syaitan, namun kita melakukan sesuatu dengan mengharap ridha dan pahala dari-Nya.

15.  Keberhasilan Organisasi, tergantung kepada pengorganisasian SDM, dan perencanaan yang kolektif. (Saefullah: 2012: 117)
Komentar :
Suatu organisasi supaya  dapat berjalan dengan lancar dan baik, harus didukung oleh Sumber Daya Manusia yang berkualitas untuk menjalankan perencanaan yang matang.

16.  Prasarana pendidikan adalah semua perangkat perlengkapan dasar yang secara tidak langsung menunjang pelaksanaan proses pendidikan di sekolah. (Ibrahim, 2003:49)
Komentar:
Merupakan fasilitas yang secara tidak langsung menunjang jalanya proses pendidikan atau pengajaran, seperti; halaman, taman sekolah, jalan menuju sekolah, tetapi dimanfaatkan secara langsung untuk proses belajar mengajar, seperti taman sekolah untuk belajar biologi, komponen tersebut merupakan sarana pendidikan.

17.  Manajemen sarana dan prasarana pendidikan adalah memberikan pelayanan secara professional di bidang sarana dan prasarana pendidikan dalam rangka terselenggaranya proses pendidikan secara efektif dan efisien. (Ibrahim, 2003:48).
Komentar:
Dengan lengkapnya sarana dan prasarana pendidikan, kualitas pelayanan pendidikan makin meningkat dan profesionalitas suatu lembaga terpercaya dimata masyarakat dengan disertai manajemen pendidik dan pembelajaran yang valid.

18.  The dynamic of transformational leadership involve strong personal identification with the leader, joining in a shared vision of the future or going beyond the self-interest exchange of rewards for compliance. (J.J. Hatter and B. Bass, 1978: 695)
Komentar:
Pemimpin transformasional merupakan pemimpin yang karismatik dan mempunyai peran sentral dan strategis dalam membawa organisasi mencapai tujuannya. Pemimpin transformasional juga harus mempunyai kemampuan untuk menyamakan visi masa depan dengan bawahannya, serta mempertinggi kebutuhan bawahan pada tingkat yang lebih tinggi dari pada apa yang mereka butuhkan.

19.  Pendidikan sebagai entitas yang terbuka terhadap berbagai pengaruh eksternal. (Nurkolis, 2002:53)
Komentar:
Pendidikan bukan suatu tempat untuk menutup diri dari berbagai pengaruh dan atau bantuan dari luar serta lembaga pendidikan akan juga tertimpa berbagai masalah. Artinya suatu wadah pendidikan perlu mendapat sokongan dari berbagai pihak dalam membangun dan mengembangkannya. Bisa dikatakan pendidikan menjadi education for all, yang notabanenya punya kekuatan luar dan dalam pendidikan itu sendiri.

20.  Perencanaan sekolah ditujukan untuk Pencapaian tujuan organisasi atau pribadi, menjaga keseimbangan antara tujuan-tujuan, dibutuhkan untuk mencapai efisien dan efektifitas. (Sutikno, 2012: 26-27).
Komentar :
Fungsi perencanaan adalah untuk menjawab tantangan dan peluang, sehingga terwujud suasana persaingan yang sehat.

21.  Organisasi Sekolah merupakan alat untuk saling berhubungan antara satuan-satuan kerja dalam suatu struktur wewenang. (Murniati, 2008: 51)
Komentar:
Oraganisasi ini salah satu organisasi sosial atau bisa dikatakan “kelas sosial” dalam lingkungan sekolah yang memiliki struktur terkontrol yang berguna membantu proses belajar mengajar dan sebagai ajang pengontrolan semua kegiatan oleh supervisor.

22.  Administrasi Pendidikan adalah proses yang membuat sumber-sumber manusia dan materil tersedia dan efektif bagi pencapaian tujuan pendidikan. (Murniati, 2008:56)
Komentar:
Administrasi pendidikan ini sebuah proses pengarahan dan pengintegrasikan segala sesuatu baik itu personil, spiritual atau materi yang bersangkut paut dengan pencapaian tujuan ppendidikan. dan dalam mencapai tujuan pedidikan perlu diintegrasikan, diorganisir dan dikoordinir secara efektif supaya manfaatnya dapat lebih efesien.

23.  Desentralisasi adalah gejala yang penting dalam reformasi manajemen sekolah modern. (Nurkolis, 2002:53)
Komentar:
Sekolah yang desantralisasi bukan untuk menghindari masalah, tetapi mempermudah dalam memecahkan berbagai masalah yang menimpa terutama masalah mutu pendidikan. Manajemen sekolah sendiri harus mampu memecahkan masalah tepat waktu secara efesien, cepat dan tepat.

24.  Kepemimpinan adalah kemampuan untuk mempengaruhi suatu kelompok untuk mencapai tujuan. (Nurkolis, 2002:154)
Komentar:
Tugas utama seorang pemimpin dalam menjalankan kepemimpinannya tidak hanya terbatas pada kemampuannya dalam melaksanakan program-program saja, tetapi lebih dari itu yaitu pemimpin harus mempu melibatkan seluruh lapisan organisasinya, anggotanya atau masyarakatnya untuk ikut berperan aktif sehingga mereka mampu memberikan kontribusi yang posetif dalam usaha mencapai tujuan.

25.  Pendidikan sebagai proses pembinaan potensi anak dan transformasi budaya dalam kehidupan masyarakat memiliki spektrum proses, kegiatan dan institusi yang luas. (Syafaruddin dan Anzizhan, 2004: 23).
Komentar:
Keberadaan pendidikan bukan hanya bisa didapat pada lembaga formal saja, namun bisa didapat pada lembaga non formal. Lembaga-lembaga ini ada yang dididirikan oleh pemerintah, masyarakat, dan steakholder lainnya dalam rangka mencerdaskan masyarakat.

26.  Rencana yang baik atau program yang baik tidak akan mencapai hasil yang baik tanpa adanya organisasi dan koordinasi yang baik dan teratur dan komunikasi yang jelas yang teratur. (M. Ngalim Purwanto, 2009: 14)
Komentar:
Untuk mencapai suatu hasil yang lebih baik, perencanaan itu harus disusun lebih matang dan dalam perencanaan tersebut harus dibicarakan didalam organisasi dan semua perencanaan harus dikoordinasikan dikomunikasikan kepada seluruh anggota organisasi yang terkait.

27.  Pengambilan Keputusan menjadi bagian integral dari manajemen suatu organisasi. (Syafaruddin dan Anzizhan, 2004: 8).
Komentar:
Sudah hakikatnya, manajemen yang baik dari sistem informasi yang baik akan mendapatkan keputusan-keputusan yang baik dalam lembaga pendidikan. Pengambilan keputusan penting bagi administrator pendidikan karena proses pengambilan keputusan mempunyai peran penting dalam memotivasi, kepemimpinan, komunikasi, koordinasi, dan perubahan organisasi. Setiap level administrasi sekolah mengambil keputusan secara hirarkis. Keputusan yang diambil administrator berpengaruh terhadap pelanggan pendidikan terutama peserta didik. Oleh karena itu, setiap administrator pendidikan harus memiliki keterampilan mengambil keputusan secara cepat dan tepat.

28.  Rencana yang baik itu dihasilkan dari sumber daya yang bermutu, dan keikut sertaan seluruh personil (Syaiful Sagala: 2005: 76).
Komentar:
Untuk mencapai suatu yang bagus dan mapan didalamnya harus dilibatkan berbagai macam personil yang berkualitas dan profesional.

29.  Pelayanan Publik sebagai serangkaian aktivitas yg dilakukan oleh birokrasi publik untuk memenuhi kebutuhan warga pengguna. (Dwiyanto, 2005:141)
Komentar:
Pelayanan merupakan suatu kegiatan atau tindakan yang dilakukan oleh penyelenggara pelayanan baik berupa barang ataupun jasa yang menghasilkan manfaat bagi penerima layanan yakni masyarakat.

30.   Kepemimpinan ibarat darah organisasi. (Made Pidarta, 2009:17)
Komentar:
Pemimpin harus mengakomodir semua kegiatan organisasi termasuk dalam kontak hubungan dengan masyarakat sekitar. Tanggung Jawab bukan hanya di organisasi tersebut tapi harus bisa menjaga kepribadiannya disetiap aktivitasnya sehari-hari diluar organisasi. Dan bisa dikatakan pemimpin “kullukum raa’in – wa kullukum mas-ulun ‘an ra’iyyatih

31.  Kepala Sekolah sebagai administrator yang mampu menyelesaikan persoalan administrasi dan kelembagaan. (Saiful Sagala, 2010:121)
Komentar:
Kepala Sekolah bukan hanya memimpin guru dan tenaga lainnya tapi harus mampu menguasai segala aspek dalam membangun lembaganya antara lain keterampilan teknis, humam skill dan ketrampilan konseptual.

32.  Kepala Sekolah yang visioner mampu mengubah suatu gagasan menjadi kenyataan dan mempertahankannya. (Sagala, 2010:126.)
Komentar:
Kepemimpinan yang visioner merupakan kepemimpinan yang mampu mengembangkan intuisi, imajinasi dan kretaifitasnya untuk mengembangkan organisasinya. Dia memiliki kemampuan untuk memimpin menjalankan misi organisasinya melalui serangkaian kebijakan dan tindakan yang progressif menapaki tahapan-tahapan pencapaian tujuannya, adaptif terhadap segala perubaahan dan tantangan yang dihadapi, serta efisien dan efektif dalam pengelolaan segala sumberdaya yang dimilikinya. Pemimpin yang visoner menjalankan kepemimpinannya dengan dukungan penuh dari seluruh staf dan semua pihak yang terkait dengannya, disebabkan kepiawaiannya dalam meyakinkan mereka bahwa apa yang mereka laksanakan akan memberikan yang terbaik buat semua pihak.

33.  Pemimpin yang Visioner dan bermoral senantiasa memperhatikan relevansi internal untuk mencapai tujuan sekolah. (Sagala, 2010: 128)
Komentar:
Pemimpin yang bijak dan teladan harus bisa membangun "bahtera" sekolah yang kompetitif dan berkompetensi, artinya mampu meningkatkan kompetensi bawahannya, meningkatkan pelayanan prima sekolah terutama memperbaiki mutu pembelajaran dan kualitas pelayanan belajar dan mengkondisikan atmosfer lingkungan sekolah.

34.  Leadership is the process of influencing the activities of an individual or a group in efforts toward goal achievement in a given situation. (Hersey, P. & Blanchard, 1988 : 86)
Komentar:
Kepemimpinan hanya dapat dilaksanakan oleh seorang pemimpin yaitu seseorang yang mempunyai keahlian memimpin, mempunyai kemampuan mempengaruhi pendirian/pendapat orang atau sekelompok orang tanpa menanyakan alasan-alasannya. Seorang pemimpin adalah seseorang yang aktif membuat rencana-rencana, mengkoordinasi, melakukan percobaan dan memimpin pekerjaan untuk mencapai tujuan bersama-sama.

35.  Pemimpin adalah seorang yang diharapkan mempunyai kemampuan untuk mempengaruhi, memberi petunjuk dan juga mampu menentukan individu untuk mencapai tujuan organisasi. (Robert D. Stuart and Barbara B. Morgan, 2002: 352)
Komentar:
Seorang Pemimpin punya power atau kharismatik untuk diteladani, dan bisa mengarahkan warga (bawahan)nya serta tidak membuat ragu bawahannya. Seperti Hadits Nabi: Jika seorang pemimpin menyebarkan keraguan dalam masyarakat, ia akan merusak mereka.” (Riwayat Imam Ahmad, Abu Dawud, dan Al-hakim).

36.  Pemimpin itu agen perubahan dengan kegiatan mempengaruhi orang-orang lebih daripada pengaruh orang-orang tersebut kepadanya. (James P. Spillane, 2006:10)
Komentar:
Seorang pemimpin dapat berbuat banyak untuk memfasilitasi kesuksesan pelaksanaan perubahan, melalui tindakan maneuver politik termasuk menciptakan koalisi dan relasi, memilih orang yang tepat untuk melaksanakan pada posisi kunci, membuat simbol perunahan, perencanaan dan memonitor serta mendeteksi persoalan yang harus diperhatikan. Kegiatan yang dilakukan oleh bawahannya secara otomatis akan membawa pengaruh nama baik pemimpin.

37.  Kepala sekolah merupakan salah satu komponen pendidikan yang paling berperan dalam menentukan keberhasilan suatu lembaga pendidikan. (Mulyasa, 2004: 24)
Komentar:
Kepala sekolah yang membawa lembaganya kearah tercapainya tujuan yang telah ditetapkan,ia harus mampu melihat adanya perubahan serta mampu melihat masa depan dalam kehidupan global yang lebih baik. Kepala sekolah juga bertanggung jawab atas kelancaran dan keberhasilan semua urusan pengaturan dan pengelolaan sekolah secara formal kepada atasannya atau secara informal kepada masyarakat yang telah menitipkan anak didiknya.

38.  Kepemimpinan adalah suatu kegiatan mempengaruhi orang lain untuk bekerja sama guna mencapai tujuan tertentu yang diinginkan. (Wursanto, 2003:196)
Komentar:
Suatu tindakan atau perilaku dengan tujuan tertentu untuk mempengaruhi aktivitas para anggota kelompok untuk mencapai tujuan bersama yang dirancang untuk memberikan manfaat individu dan organisasi.

39.  Perancanaan adalah penyusunan langkah-langkahyang akan dilaksanakanuntuk mencapai tujuan yang telah ditentukan. (Abdul Majid,  2007:15).
Komentar:
Dalam konteks pembelajaran perencanaan dapat diartikan sebagai penyusunan materi pelajaran, penggunaan,media, penggunaan pendekatan dan metode pembelajaran, dan penilaian dalam suatu alokasi waktu yang akan dilaksanakan pada masa tertentu untuk mencapaitujuan yang telah ditentukan.

40.  Guru yang menganggap pengajaran adalah kegiatan rutin saja, menjadikan suasana belajar di kelasnya gersang dan membosankan.(Saiful Sagala, 2010: 172)
Komentar:
Kreativitas guru dalam kegiatan belajar mengajar (KBM) hanya terfokus pada satu metode saja, dan juga guru tidak pernah menambah pengetahuan baru, sehingga kualitas profesionalnya tidak pernah ditingkatkan. Disamping itu supervisi pendidikan di sekolahnya tiak berjalan sebagaimana mestinya.

41.  Kepemimpinan merupakan aspek penting dari pekerjaan supervisor. (Saiful Sagala, 2010: 90)
Komentar:
Pimpinan disebut juga supervisor (pengawas) atas bawahannya. Dan bertanggung jawab penuh terhadap kualitas bawahan yang ia pimpin, sehingga organisasi yang dia pimpin berhasil dilaksanakan sesuai harapan. Karena substansi dari supervisi adalah mengacu pada nilai, tujuan, makna dari teori-teori kepemimpinan yang diimplementasikan pada setiap kegiatan yang dilakukan bawahannya.

42.  Program yang baik yang didalamnya ada perencanaan yang memberikan arah mengenai bagaimana dan kapan tindakan akan diambil serta pihak yang terkait dalam tidakan tersebut. (Sutikno, 2012: 23-24).
Komentar:
Jika didalam sebuah program tidak ada perencanaan, maka programnya tidak akan terarah dan ketercapaiannyapun dipastikan tidak akan efektif dan efisien.

43.  Supervisi yang memaknai pendekatan humanisme sangat memperhatikan keadaan guru-guru yang disupervisi. (Made Pidarta, 2009:77)
Komentar:
Pengawasan yang dilakukan bersifat kekeluargaan dengan melihat sisi kepribadian, hobi, watak, dan bakat setiap guru. Dan tidak mengedepankan sikap pemaksaan kehendak yang menjurus pada ketidaksenangan guru terhadap supervisor.

44.  Supervisi pendidikan adalah suatu aktifitas pembinaan yang direncanakan untuk membantu para guru dan pegawai sekolah lainnya, dalam melakukan pekerjaan secara efektif. (M. Ngalim Purwanto, 2008: 76).
Komentar:
Fungsi dari kepala sekolah sebagai supervisor dalam membimbing, membina dan mengarah guru dan pegawainya lebih kompetitif dalam bidang pekerjaannya masing-masing. Sehingga pencapaian tujuan yang telah dicanangkan dapat dicapai dengan dapat mengakomodir semua kompetensi bawahannya.

45.  Konsep sekolah efektif, yaitu sekolah yang memiliki profil yang kuat: mandiri, inovatif, dan memberikan iklim yang kondusif bagi warganya untuk mengembangkan sikap kritis, kreatifitas, dan dinamis sesuai prosedur Manajemen Berbasis Sekolah. (Syaiful Sagala: 2005: 78)
Komentar :
Sekolah yang demikian memiliki kerangka akuntabilitas yang kuat kepada siswa dan warganya melalui pemberian pelayanan yang bermutu, dan bukan semata-mata akuntabilitas pemerintah/yayasan melalui kepatuhannya menjalankan petunjuk.

46.  Kebanyakan guru seolah-olah mengalami kelumpuhan tanpa inisiatif dan daya kreatif karena supervisor dalam meletakkan interaksi bersifat mematikan. (Hendyat Soetopo dan Wasty Soemanto, 1988:125).
Komentar:
Suatu hal yang berlawanan dari tugas seorang supervisor, suasana yang menyenangkan yang bisa terjadi apabila kepemimpinan dari supervisor itu bercorak demokratis bukan otokraris. Inti dari tugas seorang supervisor bukanlah untuk mengadili tetapi untuk membantu, mendorong, dan memberikan keyakinan kepada guru, bahwa proses belajar-mengajar dapat dan harus diperbaiki.

47.  Supervisi Klinis adalah salah satu kunci untuk memenuhi kualitas pengajaran yang baik dan cara menjadikan peserta didik belajar menjadi lebih baik dan berkualitas. (Sagala, 2010: 195)
Komentar:
Proses-proses dari supervisi klinis konsisten dengan pendekatan kemanusiaan dalam meningkatkan kualitas mengajar guru. Melalui penerapan supervisi klinis yang dilaksanakan oleh kepala sekolah seperti model, strategi, metode, pendekatan dan teknik mengajar serta materi yang diajar secara konstan juga berubah kearah yang lebih baik dan berkualitas. Supervisi ini membuktikan bahwa peningkatan kualitas pembelajaran tidak hanya ditentukan oleh diri guru sendiri, akan tetapi harus diupayakan bersama antara guru dan kepala sekolah. Hal penting yang dilakukan kepala sekolah sebagai supervisor adalah membantu dan memfasilitasi guru dalam melakukan proses belajar mengajar dan melakukan penilaian melalui teknik-teknik supervisi

48.  Supervisor yang sukses melaksanakan tugasnya, jika ia memiliki sifat kepribadian yang diterima dalam pergaulan sesama kerabat kerja. (Sagala, 2010:226)
Komentar:
Dalam melaksanakan tugas khususnya para supervisor pendidikan berkepribadian extravert (ramah) bukan memiliki kepribadian introvert. Dalam hal ini kepribadian introvert sebaiknya memilih pekerjaan lain karena kepribadian introvert lebih sering gagal dan cendrung kurang komunikatif dan kurang gaul.

49.  Keputusan adalah hasil pekerjaan akal berupa pendapat baru yang dibentuk berdasarkan pendapat-pendapat yang sudah ada. (Soemanto, 1990:31)
Komentar:
Pengambilan hasil keputusan diwarnai dengan pemikiran, penalaran, logika dan problem solving yang sudah dikaji secara mendalam tahap demi tahap. Sikap meletakkan hubungan antar bagian pengetahuan ini menjadikan konsep atau gagasan yang brillian dan diperlukan keberanian yang kuat untuk memutuskan sesuatu yang menghasilkan keputusan yang bijak.

50.  Supervisi Eksplorasi diri adalah supervisi yang dilakukan dengan memberi kesempatan kepada guru yang disupervisi menilai dirinya sendiri dalam melaksanakan pembelajaran dalam kelas. (Made Pidarta, 2009:119)
Komentar:
Kemampuan seorang guru dalam mengelola kelas akan terlihat dengan adanya supervisi kelas, dimana guru akan di uji semacam micro teaching untuk tampil didepan kelas. Ketika supervisor melihat guru yang disupervisi memiliki kemampuan cukup maka supervisor memutuskan untuk melaksanakan supervisi menilai diri sendiri.

51.  Manajemen yang efektif dan efisien, yaitu manajemen berdasarkan sasaran, adanya perencanaan strategi, tujuan, rencana tindakan. (Made Pidarta, 2004: 45)
Komentar:
Dalam perencanaan harus tepat sasaran, harus mencakup semua yang ada didalam prosedur.

52.  Meningkatkan mutu pendidikan menggunakan strategi yang lebih memberdayakan semua potensi sekolah secara optimal. Strategi pelaksanaannya menggunakan prinsip-prinsip manajemen dan perencanaan strategik, sehingga setiap sekolah akan kompetitif dalam pengembangan dan peningkatan mutu pendidikan. (Syaiful Sagala, 2005: 78)
Komentar :
Perencanaan Stategik dibutuhkan dalam sebuah sekolah sehingga sekolah yang telah memiliki perencanaan yang baik, akan dapat lebih kompetitif dalam pengembangan dan peningkatan.

53.  Pembangunan pendidikan memerlukan resources yang perlu diatur secermat mungkin,karena resources itu amat langka. (Udin Saefuddin, 2012:16)
Komentar:
Dalam misi dan tujuan pembangunan pendidikan, diperlukan perencanaan yang sistematik dan rasional upaya pembangunan pendidikan ini mustahil dapat dilaksanakan dengan efektif. Perencanaan atau perancangan dalam hal ini berfungsi sebagai tool sebagai guide line for actions, sehingga apa yang harus dilakukan sudah diatur dan ditata terlebih dahulu.

54.  Kebijakan biasanya secara formal dikembangkan dan tertulis. (Syafaruddin dan Nurmawati, 2011:37)
Komentar:
Setiap keputusan dan kebijakan yang diambil secara bersama-sama (dalam forum) harus diatas kertas arti kata bahwa harus tertulis sebagai arsip dan dokumentasi setiap kebijakan dan keputusan yang dikeluarkan/ditetapkan.

55.  Dalam konsep umum, manajer level bawah harus mengadopsi gaya pimpinannya. (Syafaruddin dan Nurmawati, 2011: 36)
Komentar:
Pemimpin-pemimpin sub lembaga harus mengikuti langkah dan strategi organisasi yang dijalankan oleh pimpinan besar lembaga tersebut. Hal ini untuk mensinkronkan visi dan misi lembaga agar tidak terjadi masalah dikemudian hari dan tidak terbentur dengan visi dan misi si pimpinan besar sebagai penanggung jawab utama.

56.  Manajemen berhubungan dengan semua aktivitas organisasi dan dilaksanakan pada semua level organisasi. (Syafaruddin dan Nurmawati, 2011:51)
Komentar:

57.  Pendidikan yang berkualitas didasarkan pada perencanaan program yang baik dan Sumber daya yang profesional. (Kunandar, 2007: 113)
Komentar :
Dalam mencapai keberhasilan yang lebih sempurna harus dilibatkan disamping perencanaan ada tenaga – tenaga pendidik yang berkompeten dibidangnya dan profesional dan didukung oleh media pembelajaran untuk mencapai hasil yang lebih berkualitas.

58.  Konsep ini didasarkan pada “self determination theory” yang menyatakan bahwa apabila seseorang atau  suatu kelompok memiliki wewenang untuk mengambil keputusan sendiri/ merencanakan program, maka seseorang atau  kelompok itu akan memiliki tanggung jawab yang besar untuk melaksanakan apa yang telah diputuskan tersebut. (Syaiful Sagala, 2005: 78)
Komentar :
Perencanaan yang diputuskan bersama, akan berdampak pada pelaksanaan dan tanggung jawab dalam menjalankannya.

59.  Perencanaan yang matang bermuara pada program yang baik. (Oemar Hamalik: 1991: 58)
Komentar:
Untuk mencapai hasil suatu kegiatan yang lebih baik dan sempurna harus diawali dengan perencanaan terlebih dahulu, karena dengan perencanaan segala sesuatu kegiatan akan terarah sesuai dengan perencanaan yang ada.

60.  Perencanaan pendidikan menempati posisi strategis dalam keseluruhan proses pendidikan (Udin Saefuddin, 2012:47)

61.  Guru yang Profesional adalah guru sebagai perencana. (Oemar Hamalik, 1991: 53)
Komentar:
Perlu memiliki keterampilan dalam memilih dan meramu bahan pelajaran secara profesional. 

62.  Pendidikan tidak akan berhasil tanpa dukungan sarana prasarana yang diperlukan dalam dunia pendidikan. (Khairuddin  dan Mahfud Junaidi, 2007:62)
Komentar:
Sarana dan prasarana kebutuhan yang primer dalam menyukseskan pelaksanaan manajemen pendidikan yang berkualitas.

63.  Perencanaan sumber daya manusia didefinisikan sebagai proses menentukan kebutuhan tenaga kerja dan berarti mempertemukan kebutuhan tersebut agar pelaksanaannya berinteraksi dengan rencana organisasi. (Andrew E. Sikula, 1981:145)
Komentar:
Kebutuhan SDM pada suatu organisasi ditentukan dengan Renstra yang telah ditetapkan, dan dengan rencana tersebut kebutuhan SDM akan terjawab apakah dibutuhkan tambahan tenaga atau memecat tenaga yang ada.

64.  Visi merupakan atribut kunci kepemimpinan dan pembuat keputusan yang strategik, efektif, efisien, dan dengan akuntabilitas tertentu. (Sudarwan Danim, 2006: 73).
Komentar:
Visi sangat menentukan keberhasilan sebuah kepemimpinan lembaga sekolah yang dikelola secara  professional, didalamnya terkandung nilai, aspirasi, dan tujuan institute/lembaga persekolahan.

65.  Mutu sebuah sekolah juga dapat dilihat dari tertib administrasinya. (Sudarwan Danim, 2006:54)
Komentar:
Dengan administrasi yang tertib dan manajemen bagus, sekolah bisa lihat lebih maju. Nilai-nilai kedisiplinan sangat terlihat jelas mulai dari siswa, guru, tenaga kependidikan sampai kualitas belajar mengajar tertata rapi berkat administrasi yang dikelola dengan baik.

66.  Visi adalah kondisi masa depan yang masih abstrak, tetapi merupakan konsepsi yang dapat dibaca oleh setiap orang. (Salusu, 1996:130)
Komentar:
Bisa digambarkan bahwa visi merupakan suatu pikiran yang melampaui realitas sekarang, sesuatu atau keadaan yang diciptakan yang belum ada sebelumnya dan akan diwujudkan oleh seluruh anggota organisasi.

67.  Visi adalah aspirasi yang akan dijadikan elemen fundamental dalam pandangan organisasi dengan alasan yang jelas dan konsisten dengan nilai-nilai sekolah. Qigley, 1993:26)
Komentar:
Visi disini dibentuk dengan menghayati nilai-nilai, pengetahuan, pengalaman dan kemampuan yang konseptual telah dirumuskan dengan baik dan sempurna, selanjutnya dirumuskan statemen misi dan statemen misi dijadikan acuan menyusun rencana dan program sekolah.

68.  Manajer perlu membangun komunikasi yang efektif dalam organisasi yang dipimpinnya (Syafaruddin dan Nurmawati, 2011:59)
Komentar:
Untuk terjalin komunikasi pimpinan perlu melakukan komunikasi aktif antar sesama karyawan, pimpinan dengan karyawan untuk kelancaran kerja dalam mencapai tujuan.

69.  Gaya kepemimpinan seorang pemimpin akan mempengaruhi kemajuan dan perkembangan organisasi yang dipimpinnya. (Lahmuddin Lubis, 2011:119)
Komentar:
Sikap dan prilaku pimpinan tentu akan menjadi sorotan bawahannya dan masyarakat, untuk kemajuan bagi lembaganya pimpinan harus menjadi suri tauladan bagi semua.

70.  Karakteristik perencanaan pendidikan ditentukan oleh konsep dan pemahaman tentang pendidikan. (Saefullah: 2012: 13)
Komentar:
Sebuah karakteristik perencanaan akan terformulasikan sesuai dengan pemahaman dan konsep seseorang terhadap pendidikan tersebut, ketika seseorang itu memahami proses dari rencana-rencana pendidikan tersebut dan disesuaikan dengan tujuan yang ingin dicapai maka akan  mencermikan tujuan dari rencana pendidikan tersebut.

71.  Manajemen sebagai seni untuk mendapatkan sesuatu melalui sikap dan keterampilan tertentu. (Wahjosumidjo, 1987: 32.)
Komentar:
Seorang manajer bertugas mengatur dan mengarahkan orang lain untuk mencapai tujuan organisasi, dalam mengatur tugas tersebut diperlukan sikap dan skill manajer dalam mengelolanya.

72.  Manajemen merupakan suatu proses pengarahan dan pemberian fasilitas kerja kepada orang yang diorganisasikan dalam kelompok formal untuk mencapai tujuan” (Siswanto, 2005:1)
Komentar:
Manajer perlu memberi fasilitas para karyawannya untuk menjalankan tugas organisasi dan bukan menjadi suatu hambatan dalam menjalannya yang berakibat gagal mencapai tujuan.

73.  Perencanaan dapat diartikan sebagai sebagai proses penyusunan berbagai keputusan yang akan dilaksanakan pada masa yang akan datang untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. (Fakry Gaffar, 1987:14)
Komentar:
Dalam menyusun suatu program kerja, perlu direncanakan dengan pemilihan sekumpulan kegiatan dan pengambilan keputusan tentang “apa yang harus dilakukan, kapan, bagaimana, dan oleh siapa” sehingga tidak terjadi tumpang tindih kegiatan dan tidak saling lepas tangan.

74.  Efesiensi biaya sering dijadikan alasan, meski urusan manajemen sangat berbeda dengan urusan belajar mengajar. (Sumahamijaya: 2003: 71)
Komentar:
Dana bukan suatu halangan untuk menjalankan aktivitas organisasi, yang utama bagaimana mengatur supaya organisasi tidak gulung tikar.

75.  Pengambilan Keputusan berada diantara perumusan kebijakan dan implementasi. (Parsons: 2005:247).
Komentar:
Dalam mengimplentasikan hasil keputusan kadang waktu harus diambil kebijakan yang mengganggu hasil keputusan. Kebijakan yang diambil suatu resiko dari keputusan yang telah ditetapkan.

76.  Kebijakan merupakan upaya memecahkan problem sosial bagi kepentingan masyarakat atas asas keadilan dan kesejatheraan masyarakat. (Noeng Muhadjir, 1993: 15)
Komentar:
Kadang kala keputusan dari seorang pimpinan sangat memberatkan minoritas warganya, namun keputusan yang telah disetujui harus dilandasi kebijakan tersendiri oleh pimpinan sebagai jalan keluar mengatasi ketidakmampuan kaum minoritas tersebut.

77.  Manajemen adalah usaha mencapai suatu tujuan tertentu melalui kegiatan orang lain. (Hasibuan, 2005:2).
Komentar:
Dengan demikian manajer mengadakan koordinasi atas sjumlah aktivitas orang lain yang meliputi perencanaan, pengorganisasian, penempatan, pengarahan, dan pengendalian.