Home » » Sir Muhammad Iqbal dan Pendidikan

Sir Muhammad Iqbal dan Pendidikan

Publish Oleh: Muntadhar Aneuk Lueng Daneun

Muhammad Iqbal (محمد اقبال) lahir di daerah Sialkot, Panjab pada 22 Februari pada tahun 1873 dari
golongan menengah. Muhammad Iqbal (Allama Iqbal) pergi ke Lahore untuk meneruskan studinya sampai mendapatkn gelar kesarjanaan M.A. Muhammad Iqbal memperoleh gelar M.A di Universitas Murray College.

A.    Kurikulum
Kurikulum adalah kegiatan yang mencakup berbagai macam rencana kegiatan anak didik yang terperinci yang berupa bentuk-bentuk bahan pendidikan, saran-saran strategi belajar mengajar dan hal-hal yang mencakup kegiatan yang bertujuan mencapai tujuan yang diinginkan.
Adapun isi kurikulum pendidikan menurut Muhammad Iqbal adalah: Isi kurikulum pendidikan harus mencakup agama, sejarah, ilmu pengetahuan dan teknologi. Muhammad Iqbal berpendapat bahwa agama adalah suatu kekuatan dari kepentingan besar dalam kehidupan individu juga masyarakat.

B.   Tujuan Pendidikan
Tujuan pendidikan menurut Iqbal:
  1. Pendidikan tidak semata-mata untuk mencapai kebahagiaan hidup di akherat dalam pengenalan jiwa dengan Tuhan.
  2. Tujuan akhir dari pendidikan hendaknya dapat memperkokoh dan memperkuat individualitas dari semua pribadi, sehingga mereka dapat menyadari segala kemungkinan yang dapat saja menimpa mereka.
  3. Untuk mencapai tujuan tersebut pendidikan harus tertuju pada pengembangan keseluruhan potensi manusia yang mencangkup intelektual, fisik dan kemauan untuk maju.
  4. Tujuan pendidikan harus mampu memecahkan masalah-masalah baru dalam kondisi perorangan dan masyarakat atau menyesuaikan dengan kondisi masyarakat.
C.    Materi 
  • Pertumbuhan induvidualitas peserta didik
  • Nilai sejarah dan budaya
  • Perpaduaan antara sistem nilai ilmu pengetahuan dan agama
D.    MetodeMetode pendidikan didasarkan pada tingkat usia anak didik berdasarkan pertimbangan periode perkembangan anak didik. Adapun metode pendidikan yang sesuai menurut Iqbal adalah :
  1. Self activity: metode yang terbuka bebas bagi keaktifan sendiri.
  2. Learning by doing. Jenis pengajaran yang di kehendakinya adalah menghadapkan siswa pada situasi baru yang mengundang mereka untuk bekerja dengan penuh kesdaran akan tujuan yang di galinya dari sumber yang tersedia dalam lingkungan mereka.
  3. Tanya jawab: Menurut Muhamamad Iqbal pendidikan harus mampu untuk mencetak pribadi yang kritis, yaitu terus bertanya dan tidak begitu saja menerima pandangan atas dasar kepercayaan belaka.
  4. Metode proyek atau unit adalah cara penyajian pelajaran yang bertitik tolak dari sesuatu dan bermakna. Penggunaan metode ini bertitik tolak dari anggapan bahwa pemecahan masalah masalah, kemudian di bahas dari  yang berhubungan sehingga pemecahannya secara keseluruhan harus ditinjau dari berbagai macam segi agar tuntas dalam melibatkan mata pelajaran yang ada kaitannya sebagai sumber dari pemecahan masalah tersebut.
  5. Metode pemecahan masalah atau problem solving. Bukan hanya sekedar metode berfikir sebab dalam problem solving dapat menggunakan metode-metode lainya yang di mulai dengan mencari data sampai kepada menarik kesimpulan.
E.     Pendidik dan Peserta Didik.
Pendidik adalah orang dewasa yang bertanggungjawab memberi bimbingan atau bantuan kepoada anak didik dalam perkembangan jasmani dan rohaninya agar mencapai kedewasaannya, mampu melaksanakan tugasnya sebagai makhluk Allah SWT.
Iqbal berpendapat bahwa tumbuh kembangnya individualitas tidak mungkin terjadi tanpa kontak langsung dengan lingkungan yang konkrit dan dinamis. Sikap pendidik yang baik menurut Iqbal adalah dengan jalan membangkitkan kesadaran yang sungguh pada anak didiknya berkenaan dengan aneka ragam relasi dengan lingkungannya dan dengan jalan demikian merangsang pembentukan sasaran-sasaran baru secara kreatif.
Selanjutnya, dia kurang menyetujui pendidikan sistem kelas, maksudnya guru yang mengurung siswanya diantara keempat dinding kelasnya. Hal ini dikarenakan bahwa anak perlu berhubungan dengan alam dalam setiap proses belajarnya, yaitu untuk menumbuhkan kreativitasnya.
Sedangkan, peserta didik adalah anak yang sedang tumbuh dan berkembang, baik fisik maupun psikis untuk mencapai tujuan pendidikannya melalui proses pendidikan. Pemikiran Muhammad Iqbal tentang pendidikan khususnya pada peranan peserta didik adalah berpangkal pada kebebasan manusia. Manusia merupakan ego yang memiliki kebebasan untuk menentukan pilihan sendiri dengan segala konsekuensinya.
Dengan kebebasannya itu, peserta didik memungkinkan untuk diarahkan agar memiliki kreativitas berfikir tinggi sehingga dapat memunculkan inovasi-inovasi baru yang dapat dipergunakan untuk menjawab berbagai tantangan dimasa sekarang dan akan datang yangmerupakan dampak negatif dari globalisasi dan industrialisasi. Muhammad Iqbal sepenuhnya meyakini besarnya nilai kebudayaan suatu masyarakat terhadap pendidikan serta terhadap hak pengembangan idividu. Dia mengharap agar sekolah dapat membina dan mengembangkan pribadipribadi yang bebas, berani dan kreatif.

F.     Karya-Karyanya
  • Reconstruction of Religious Thought in Islam, tulisan Iqbal terbesar dalam bidang filsafat dan berbentuk prosa diterbitkan di London 1934.  Isi tulisan ini dapat diakses secara online dihttp://www.allamaiqbal.com/works/prose/english/reconstruction/index.html 
  • Rumuz-i Bikhudi diterbitkan oleh pengarangnya pada tahun 1918 di Lahore. Bahasa Persia sebagai pengantar buku tersebut. Buku ini merupakan kelanjutan pemikiran mengenai insan kamil. Insan kamil harus bekerja sama dengan pribadi-pribadi lain untuk mewujudkan kerajaan Tuhan di bumi. Jika insan kamil hidup menyendiri, tenaganya suatu waktu akan sirna.
  • Javid Namah (Kitab Keabadian) tertulis dalam bahasa Persia, terkecil pada tahun 1932 di Lahore. Buku ini menjelaskan tentang petualangan rohani ke berbagai planet. Pengarang buku ini mengadakan dialog dengan para pemikir, sufi, fiiosof, politikus, maupun pahlawan. Bagian akhir buku ini berisi pesan-pesan kepada anaknya dan generasi baru.