Home » » Resume Makalah: Pemikiran Filosofis Burhanuddin Al-Zarnuji tentang Pendidikan

Resume Makalah: Pemikiran Filosofis Burhanuddin Al-Zarnuji tentang Pendidikan

Publish Oleh: Muntadhar Aneuk Lueng Daneun



Nama: Muntadhar
Konsentrasi: Manajemen Pendidikan Islam

Biografi Singkat
Nama lengkap al-Zarnuji adalah Burhanuddin al-lslam al-Zarnuji, di kalangan ulama belum ada kepastian mengenai tanggal kelahirannya. Adapun mengenai wafatanya, setidaknya ada dua pendapat yang dapat dikernukakan di sini. Pendapat pertama adalah yang mengatakan bahwa Burhanuddin al-Zarnuji wafat pada tahun 591 H./1195 M. Sedangkan pendapat yang kedua mengatakan bahwa al-Zarnuji wafat pada tahun 840 H./1243 M. Sementara itu, ada pula yang mengatakan bahwa Burhanuddin al-Zarnuji hidup semasa dengan Rida al-Din al-Naysaburi yang hidup antara tahun 500-600 H.

Al-Zarnuji adalah orang yang diyakini sebagai satu-satunya pengarang kitab Ta’lim al-Muta’allim, akan tetapi ketenaran namanya tidak sehebat kitab yang dikarangnya. Dalam satu literatur disebutkan bahwa al-Zarnuji adalah seorang filosof arab yang namanya disamarkan, yang tidak dikenal identitas namanya secara pasti. Dalam hal ini terdapat perbedaan dalam memberikan nama lengkap (gelar) kepada al-Zarnuji.

Pemikiran Pendidikan al-Zarnuji
Dari hasil presentasi makalah dapat, saya pahami bahwa:
Pemikiran Al-Zarnuji berpusat pada pendidikan Islam. Adapun konsep pendidikan yang dikemukakan Al-Zarnuji dituangkan dalam bukunya Ta’lim al-Muta’allim Thuruq al-Ta’allum. Dalam karyanya ini, Al-Zarnujji mengemukakan tiga belas pasal mengenai konsep pendidikan Islam, yaitu; (1) Pengertian ilmu dan keutamaannya; (2) Niat di kala belajar; (3) Memilih ilmu, guru dan teman serta ketabahan dalam belajar; (4) Menghormati ilmu dan ulama; (5) Ketekunan, kontinuitas dan cita-cita luhur; (6) Permulaan dan intensitas belajar serta tata tertibnya; (7) Tawakkal kepada Allah; (8) Masa belajar; (9) Kasih sayang dan memberi nasihat; (10) Mengambil pelajaran; (11) Wara’ (menjaga diri dari yang haram dan syubhat); (12) Penyebab hafal dan lupa; dan (13) Masalah rezeki dan umur.
Aspek pendidikan tasawuf yang termaktub dalam bukunya ta’alim al-muta’allim tharuq al-ta’allum yakni suatu sistem pendidikan yang bercorak Islami dan berisi ajaran-ajaran atau paham-paham tasawuf. Aspek yang dimaksud antara lain:
-          Taubat
Masalah taubah dalam kitab Ta’lim al-Muta’allim memang tidak secara khusus dan eksplisit karena kitab tersebut bukan kitab tasawuf, tetapi lebih merupakan kitab yang membahas etika dan keberhasilan suatu strategi dalam pembelajaran. Meskipun demikian, dari beberapa pernyataan pengarangnya, tampak sekali pokok-pokok pikirannya yang bersifat sufistik dan mengandung ajaran tasawuf. Konsep sukses belajar yang ditawarkan oleh al-Zarnuji adalah harus membersihkan diri dari segala perbuatan dosa dan maksiat. Upaya yang harus dilakukan oleh seorang penuntut ilmu agar dirinya senantiasa dapat bersih dari dosa dan maksiat, tak lain adalah dengan melakukan taubat. Taubat yang diharapkan tentunya dalam pengertian yang sesungguhnya (taubat al-nasuha).
-          Zuhud
Dalam bahasannya tentang niat belajar, ia menyatakan bahwa di antara hal yang harus diperhatikan oleh para penuntut ilmu adalah jangan sampai ilmu yang diperolehnya dengan penuh kesungguhan dan susah payah itu di pergunakan sebagai sarana untuk mengejar kehidupan materi duniawi, yang sebenarnya hina, sedikit nilainya dan tidak abadi.
Demikian pula, orang yang sedang dalam proses belajar diharuskan untuk berusaha semaksimal mungkin mengurangi aktivitas yang berhubungan dengan kesibukan duniawi. Sebab hal itu hanya akan menjadi beban pikiran yang pada akhirnya dapat mengganggu dan merusak konsentrasi belajar. Ia tidak boleh merasa sedih dan gelisah karena urusan dunia, sebab kesedihan dan kegelisahan seperti itu tidak membawa manfaat sama sekali, malah akan membahayakan hati, akal dan badan serta dapat merusak perbuatan-perbuatan baik. Sebaliknya ia harus lebib menaruh perhatian pada urusan-urusan yang berorientasi pada kehidupan akhirat.
-          Sabar
Sehubungan dengan sikap sabar, al-Zarnuji memberikan penegasan akan perlunya sikap sabar dalam segala hal, narnun dia juga menyadari bahwa sikap sabar dan tabah ini adalah berat. Oleh karena itu, para pelajar yang ingin sukses dalam belajarnya, hendaknya memiliki sifat dan sikap sabar.
-          Tawakkal
Dalam kitab Ta’līm al-Muta’allim, al-Zarnuji menulis suatu bab khusus tentang tawakkal. Ia mengatakan bahwa setiap penuntut ilmu harus memiliki sikap tawakkal (pasrah), terutama dalam masalah rezeki, sebab hal itu akan mempengaruhi belajarnya, perhatian dan konsentrasinya terhadap pelajaran akan terganggu, sehingga hasil belajarnyapun tidak maksimal. Al-Zarnuji menyatakan sebagai berikut:
Pelajar harus bertawakkal dalam menuntut ilmu, jangan goncang karena masalah rezki, dan hatinya pun jangan terbawa ke sana-sini. Abu Hanīfah meriwayatkan dari Abdullah Ibnu al-Hasan al-Zubaidy, sahabat Rasulullah saw.: “Barang siapa mempelajari agama Allah, maka Allah akan mencukupkan kebutuhannya dan memberinya rezki dari jalan yang tidak diduga sebelumnya”

-          Tawaddu’ dan wara’
Berbicara masalah tawadu’, terutama dalam dunia pendidikan dan keilmuan, al-Zarnuji menyatakan bahwa sifat ini mutlak harus dimiliki dan diaplikasikan dalam kehidupan setiap pribadi muslim, khususnya kaum ilmuan dan para cendekiawannya. Tawadu’ dalam arti tidak menyombongkan dan membanggakan diri serta tidak pula menghinakan dan rnerendahkan diri secara berlebihan. Seorang ilmuan tidak sepatutnya bersifat takabur dengan ilmu yang dimilikinya, sebab ilmunya tidaklah seberapa, apalagi jika dibandingkan dengan keluasan ilmu Allah. Al-zarnuji mengatakan Seorang yang berilmu hendaknya tawaddu (yaitu sikap tengah-tengah antara sombong dan kecil hati), berbuat iffah, yang keterangannya lebih jauh bisa kita dapati dalam kitab akhlak.
Mengenai pentingnya sifat wara’ dalam bidang pendidikan, al-Zarnuji membahasnya secara spesifik dengan membuat bab khusus tentang wara’. Menurutnya, sifat wara’ di kala menuntut ilmu pengetahuan adalah mutlak harus dimiliki.
Konsep Pendidikan Burhanuddin Al-Zarnuji
Mengenai konsep pendidikan Al-Zarnuji analisa saya berikut ini. berdasarkan presentasi makalah:
·         Aspek Metode
Metode yang dikemukan oleh Az-Zarnuji dalam dunia pendidikan, dianalisa bahwa setidaknya ada 2 (dua) metode yang diperguanakan, yaitu pertama metode yang bersifat etik, dan kedua metode bersifat strategi. Metode yang sifatnya etik antara lain mencakup niat dalam belajar, sedangkan metode yang sifatnya tehnik strategi mencakup cara memilih pelajaran, memilih guru, memilih teman dan langkah-langkah dalam belajar.

·         Guru
Ketika berbicara tentang aspek guru terlebih dahulu kita akan membicarakan tentang difinisi guru dalam pandangan Islam sama dengan teori barat, pendidik dalam Islam ialah siapa saja yang bertanggung jawab terhadap perkembangan anak didik. Dalam Islam, orang yang paling bertanggung jawab tersebut adalah orang tua ( ayah dan ibu ) anak didik.
Al-zarnuji membahas tentang guru memberikan tiga kualifikasi dasar seorang guru yaitu menguasai materi (pandai atau alim), memiliki keperibadian yang luhur (wara’/menjaga harga diri), dan penuh kasih sayang dalam mengajar dan mendidik. Misi utama guru adalah mencerdaskan bangsa (bukan sebaliknya membodohkan masyarakat), mempersiapkan anak didik sebagai individu yang bertanggung jawab dan mandiri, bukan menjadikannya manja dan beban masyarakat.

·         Murid
Dalam karangannya Ta’limul Muta’allim bisa di kalsifikasikan bahwa ada enam hal persyaratan bagi murid yakni, modal, semangat, waktu yang memadai, petunjuk guru, keuletan, (kesabaran) dan kecerdasan.