Home » » Pendidikan Agama Terhadap Anak

Pendidikan Agama Terhadap Anak

Publish Oleh: Muntadhar Aneuk Lueng Daneun

Oleh Harjoni Desky
Perhatian dan perlindungan anak dalam Islam sangat komprehensif. Rasulullah saw, bersabda; “Kawinlah (menikahlah) kalian dalam daerah yang baik. Sebab pengaruh keturunan itu sangat kuat. (al-Hadits). Bahwa tidak ada sekolah untuk menjadi orangtua, namun baik buruknya seorang anak tergantung dari apa yang dialaminya di keluarga.Seluruh kemampuan dan perilaku anak manusia melalui pengajaran. Karenanya, Islam membawa misi pendidikan ketuhanan yang bertujuan mendidikan manusia dan memersiapkannya untuk hidup bahagia di dunia dan akhirat. Allah swt berfirman, “Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dnn keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dnn batu; penjaganya malaikat yang kasar, yang keras, yang tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan” (Q.S, at-Tahrim:6).

Penafsiran “Jagalah dirimu dan keluargamu dari api neraka”, menurut Sayyid Quthb, orang mukmin itu bertanggungjawab atas hidayah keluarganya dan memperbaiki rumahnya, sebagaimana dia bertanggungjawab pada hidayah dirinya sendiri dan perbaiki hatinya. Karenanya harus benar-benar serius, ulet dan tekun dalam memperbaiki sikap dan akhlak anak, membenarkan kesalahan yang dilakukan berulang-ulang, serta membisaakannya pada kebaikan. Dan inilah jalan ditempuh oleh para nabi dan rasul. Seperti Nabi Nuh yang mengajak anaknya beriman, Nabi Ya’qub mewasiatkan anak-anaknya untuk beribadah kepada Allah swt.
Peringatan Allah swt itu mestinya menyadarkan orangtua agar segera menolong anak-anaknya. Orangtua yang sadar, senantiasa bekerja keras menyelamatkan anak-anak agar tak tersentuh seujung rambut pun oleh api neraka kelak. Iman al Ghazali memaknai pendidikan, ibarat pekerjaan petani yang mencabut duri dan mengeluarkan tanaman liar yang tumbuh di antara tumbuhan itu agar ia bisa tumbuh dengan baik dan membuahkan hasil yang berlimpah.


Dalam pemahaman itu, menegaskan bahwa orangtua harus mendidik anak-anaknya secara terus menerus mencakup berbagai aspek (fisik, intelektual, psikhis, sosial dan kesehatan) Bahkan jauh sebelum anak itu ada. Maka orangtuanya merupakan pasangan hidup yang baik. Untuk mempersiapkan anak-anak yang baik, unggul, ada beberapa langkah. Pertama, diawali orangtuanya yang harus memberikan contoh yang baik dan benar pendidikan kepada anak dan keluarga. Karena keluargalah “cermin perilaku” terbesar dan terdekat yang dimiliki oleh anak. Si anak akan selalu melihat sepak terjang dan perilaku masyrakat keluarga, dalam hal bagaimana ketika menghadapi masalah dan menyelesaikan masalah. Kepada keluargalah tempat kembali anak dalam menyelesaikan permasalahan dirinya, persoalan-persoalan pergaulan dan pendidikannya.

Kedua, si anak sedapat mungkin tumbuh dan berkembang di lingkungan yang kondusif bagi proses menjadi generasi yang unggul. Mengingat, usia anak adalah masa-masa pertumbuhan dan masa pengambilan persepsi awal yang akan sangat dipengaruhi oleh faktor-faktor lingkungan. Karenanya, pemilihan tempat seperti lembaga Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) baik formal dan informal adalah sebuah keharusan bagi orangtua. Sebaliknya, lembaga pendidikan anak usia dini perlu diperhatikan, terutama kurikulum yang akan diajarkan, kondisi lingkungan lembaga, SDM gurunya dan sebagainya.

Ketiga, orangtua melakukan kontrol media. Saat ini media massa seperti televisi, play station dan tabloid-tabloid bisa beredar dengan bebas dan tidak ada yang bisa membatasi segmen penikmatnya. Media massa memiliki pengaruh yang sangat dalam merubah perilaku dan persepsi anak-anak, mulai yang positif juga banyak negatif. Ingat, sikap menyaIahkan media massa bukanlah solusi. Yang paling tepat adala memberikan pendampingan terhadap anak-anak kita dalam setiap apa yang ditawarkan oleh media massa.

Orangtua dan para guru pendidikan anak usia dini harus bisa selalu mendampingi dan menertai serta memberikan alternatif terbaik dalam perkembangan mental anak-anak. Selebihnya biarlah anak berekspresi. Anak adalah amanat bagi kedua orangtuanya. Perlindungan serta segala bentuk perhatian dan pengawasan yang dilakukan oleh orangtua. Karena melaksanakan tugas pendidikan merupakan karunia ilahi. Maka perlu disyukuri yang dimulai dengan menanamkan aqidah. Dengan mengenal Allah secara benar, selanjutnya proses transfer pengetahuan tersebut kepada anak-anak akan menjadi sempurna. Sebab orang yang tidak memiliki sesuatu, tidak mungkin akan bisa memberikan sesuatu kepada orang lain. Seperti pepatah: Ilmu harus dimiliki sebelum berkata-kata/berteori (Qawl) dan berbuat/beraksi (‘aml).
Pendidikan anak usia dini merupakan investasi strategis pembangunan manusia seutuhnya. Ini yang sepatutnya diperhatikan orangtua muslim agar meletakkan dasar pendidikan anak-anaknya. Firman Allah swt, “Kamu adalah umat terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkar... “. (Q.S, Ali Imran:110).

Kita sebagai orangtua untuk tidak bosan-bosannya berdoa, karena doa mempunyai peranan yang penting sekali dalam pendidikan anak, bahkan dalam seluruh urusan kehidupan, dan hanya Allah swt yang memberikan taufik dan hidayah. Orangtua mungkin telah berusaha maksimal dalam upaya mendidik anaknya agar menjadi orang shaleh tetapi tidak berhasil. Sebaliknya, ada anak yang menjadi orang shaleh sekalipun terdidik di tengah lingkungan yang menyimpang dan jelek; bahkan mungkin dibesarkan tanpa mendapat perhatian pendidikan dari kedua orangtua jadi, petunjuk itu semata-mata dari Allah swt. “Sesungguhnya kamu tidak akan dapat memberi petunjuk kepada orang yang kamu kasihi, tetapi Allah memberi petunjuk kepada orang yang dikehendaki-Nya... “(Q.S, Al-Qashash:56)·

* Penulis adalah pemerhati pendidikan, tinggal di Lhokseumawe


0 comments:

Post a Comment