Home » » Campur Sari Masalah Akhlaq

Campur Sari Masalah Akhlaq

Publish Oleh: Muntadhar Aneuk Lueng Daneun

MAAF...!!! bahan ini dikutip dari berbagai sumber.
Di dalam al-Qur’an terdapat perilaku (akhlak) terpuji yang hendaknya aplikasikan oleh umat manusia dalam kehidupan sehari-hari. Karena akhlak mulia merupakan barometer terhadap kebahagiaan, keamanan, ketertiban dalam kehidupan manusia dan dapat dikatakan bahwa ahklak merupakan tiang berdirinya umat, sebagaimana shalat sebagai tiang agama Islam. Dengan kata lain apabila rusak akhlak suatu ummat maka rusaklah bangsanya.

Penyair besar Syauqi pernah menulis yang dikutip kembali oleh Umar Bin Ahmad Baraja, dalam buku Akhlak lil Banin, (Surabaya: Ahmad Nabhan, t.t), Juz II, hal. 2, yakni:

انـما ألأمـم ألأخلاق مابقيتْ ۞ فـانْ هموْ دهبتْ اَخـلاقـهم دهبوا

Maksudnya : “Sesungguhnya kejayaan suatu umat (bangsa) terletak pada akhlaknya selagi mereka berakhlak/berbudi perangai utama, jika pada mereka telah hilang akhlaknya, maka jatuhlah umat (bangsa) ini.”

Syair tersebut menunjukkan bahwa akhlak dapat dijadikan tolok ukur tinggi rendahnya suatu bangsa. Seseorang akan dinilai bukan karena jumlah materinya yang melimpah, ketampanan wajahnya dan bukan pula karena jabatannya yang tinggi. Allah SWT akan menilai hamba-Nya berdasarkan tingkat ketakwaan dan amal (akhlak baik) yang dilakukannya. Seseorang yang memiliki akhlak mulia akan dihormati masyarakat akibatnya setiap orang di sekitarnya merasa tentram dengan keberadaannya dan orang tersebut menjadi mulia di lingkungannya.
Kata-kata akhlak berasal berasal dari bahasa Arab yaitu “Khulu” artinya tingkah laku, perangai, tabiat, moral atau budi pekerti. Akhlak yang dimaksud disini adalah akhlak menurut ajaran agama Islam adalah Al-qur’an dan hadist. Jadi dasar akhlak yang pertama dan utama adalah Al-Qur’an.

Akhlakul karimah artinya akhlak yang mulia, baik yang harus dipakai sehari-hari. Manusia yang berakhlak mulia itu pandai mendekatkan diri kepada Allah SWT dengan jalan :

a. Mempertebal iman.
b. Memperbanyak amal.
c. Selalu berdo’a.
d. Mensyukuri nikmat.
Agama Islam adalah syariat yang sempurna dan membawa kejalan keselamatan bagi pemeluknya. Jika diberdayakan dengan sungguh-sungguh bahkan tidak mernutup kemungkinan akan dapat menghantarkan manusia kejenjang kemulyaan baik ketika di dunia maupun di akherat.Apalagi jika menginggat Islam adalah agama Allah SWT. Yang keberadaannya di pergunakan untuk menuntun , mengarahkan dan membimbing manusia agar dapat mewujudkan cita-citanya yaitu mendapat jalan yang lurus yang diridlai oleh Allah SWT.
Kemulyaan dan kebahagiaan tersebut akan dapat dirasakan dan akan terjadi dalam diri manusia jika seseorang memiliki rasa serta mampu untuk menyerap apa yang dan menangkap nilai , manfaat dan hikmah yang terkandung di dalam setiap karunia yang di berikan oleh Allah SWT.
Dalam ajaran Islam etika sering di sebut dengan akhlakhul karimah , akhlak ini yang seharusnya dimiliki oleh setiap umat muslim , demi untuk meningkatkan kwalitas dari keimanan serta ketaatanya kepada Allah SWT.

Akhlak secara bahasa memiliki arti etika, perilaku, tingkah laku, mortalitas, tata karma, dan kebiasan yang di lakukan oleh seseorang. Sedangkan menurut pengertian syara’ adalah seperangkat aturan dan prinsip-prinsip yang mengatur perilaku manusia , dengan aturan yang baik dalam rangka mencapai tujuan.

Akhlakul karimah atau akhlak yang mulia adalah akhlak yang bersumber pada wahyu Illahi ( Al Qur’an ), sedang Rasulullah SAW. Adalah merupakan perwujudan dari seluruh akhlak Islam . Dengan demikian beliau adalah satu-satunya uswatun hasanah dalam kehidupan manusia yang berhubunhan dengan akhlak islam. Hal ini di tegaskan di dalam sebuah sabdanya sebagai berikut


0 comments:

Post a Comment